Nama presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno yang biasa dipanggil bung karno bukanlah nama asing bagi warganya, hal itu wajar, tapi jika nama tersebut sangatlah terkenal diluar negeri bahkan di abadikan sebagai nama jalan yang setiap hari terlihat oleh lalu lalang orang yang melewatinya itu sungguh luar biasa.
Meski Mesir bukanlah satu-satunya negara yang mengabadikan nama Soekarno sebagai nama jalan, ada juga di Maroko dan Pakistan. Kecintaan masyarakat Mesir terhadap Soekarno sangatlah besar, tidak hanya sebagai nama jalan bahkan ada juga buah mangga yang namanya mangga Soekarno, konon katanya presiden Indonesia pertama itulah yang membawa bibitnya.
Jalan Soekarno tersebut bersebelahan
dengan jalan Sudan yang terletak di daerah Kit-Kat Agouza Geiza
dipinggiran kota Cairo. Tertulis Syari’ Ahmed sokarno atau jalan Ahmad Soekarno di papan warna biru tua berbentuk persegi panjang yang menunjuk kesalah satu ruas jalan di Geiza.
Pada tahun 1945, para mahasiswa Mesir
sedang giat-giatnya melobi serta mendekati para pejabat dan masyarakat
Mesir agar bersedia memberikan pengakuan kemerdekaan terhadap Indonesia,
karena pasca proklamasi 17 Agustus 1945 belum ada satupun pengakuan
dari negara lain, padahal syarat berdirinya negara, diantaranya adalah
pengakuan Internasional. Perjuangan Mahasiswa Indonesia di Mesir
tidaklah sia-sia, Mesir tercatat sebagai negara pertama di dunia yang
mengakui kemerdekaan Indonesia.
10 tahun pasca kemerdekaan, presiden
Soekarno melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya di Mesir. Tepat hari
senin, 18 Juli 1955. Kunjungan tersebut mendapat sambutan luar biasa,
baik dari perdana menteri Gamal Abdel Nasser dan jajaran pejabat
pemerintah maupun masyarakat Mesir pada umumnya.
Setelah kunjungan pertamanya, Presiden
Soekarno sering berkunjung ke Mesir, tercatat 6 kali presiden pertama
Indonesia tersebut mengunjungi negeri seribu menara ini, pada tahun
1955, 1958, 1960, 1961, 1964 dan terakhir 1965. Tidaklah heran, jika
seringnya berkunjung ke Mesir membuat nama presiden Soekarno begitu
harum dimata pemerintah dan masyarakat Mesir, sehingga namanya
diabadikan sebagai nama jalan di Mesir.
Sumber : Kompasiana
0 komentar:
Posting Komentar